Jumat, 29 November 2013

ARTIKEL


KESATUAN DIBALIK PERPECAHAN

Satu atau kesatuan, sangat diharapkan dalam kehidupan ini. Baik kesatuan dalam hal kecil, seperti kesatuan anggota keluarga, sesama masyarakat setempat dan kesatuan dalam hal besar, seperti kesatuan antar warga Negara maupun antar Negara lain.

Tetapi kita tahu, saat ini kesatuan itu tidak tampak pada beberapa Negara tetangga, seharusnya kedamaian tercipta saat ini, tetapi justru ada beberapa Negara yang saling memerangi, saling menumpahkan darah tanpa sadar apa atau siapa penyebab dan siapa yang menjadi korban atas peperangan tersebut. Contoh yang dapat kita ambil yaitu :
1.      Peperangan antar korea utara dan korea selatan, peperangan ini disebabkan hubungan kerja sama korea selatan dengan amerika serikat, dan membuat korea utara merasa dikhianati,sehingga menyebabkan perpecahan antar kedua Negara tersebut.
2.      Peperangan Israel dan Palestina, peperangan ini sudah berlangsung lama. Israel yang tanpa henti dan ampun menyerang Palestina, hingga  banyak menumpahkan darah orang-orang yang tak bersalah. Tanpa berfikir akan banyak anak-anak yang kehilangan ayah dan ibu, juga sanak keluarga yang mereka cintai. Keadaan ini sangat menggetarkan hati semua penduduk dunia, terutama kita umat muslim L .

Tetapi dibalik peperangan seperti itu, masih ada kesatuan didalamnya, Negara-negara muslim berbondong-bondong mengirimkan pasukan bantuan untuk palestina, baik bantuan dalam bentuk mengirimkan kebutuhan hidup sehari-hari, tenaga medis, dll. Indonesia-pun turut membantu membangun rumah sakit darurat di Palestina,  dan juga kami disini yang tidak bisa berbuat langsung untuk mereka hanya bisa mendoakan dan memohon agar Allah swt selalu senantiasa melindungi mereka, Amiin x’).

Masih ingatkah kalian pada tanggal Jum’at (8/11) lalu, Topan Haiyan menjadi bencana alam paling buruk melanda wilayah selatan perairan kepulauan Filipina. Haiyan yang berkecepatan 315 kilometer per jam itu menghancurkan enam pulau di timur dan tengah negara itu. Salah satu pulau paling parah adalah Pulau Leyte dan jumlah korban tewas 10.000 jiwa. Innalillahi wainnailliahi roji’un :’( .

Disinilah kesatuan itu  juga muncul, bantuan dari segala penjuru dunia berdatangan. Baik bantuan berupa kebutuhan hidup sehari-hari, missal sandang-pangan, bantuan medis. Dan ini yang membuat aku takjub dan terheran, Israel yang juga memerangi Palestina mengirimkan beberapa pasukan medis juga tentara untuk membantu mengevakuasi korban jiwa juga ingin membangun rumah sakit darurat di Filiphina. Sungguh Allah Maha 
membolak-balikkan hati, ditengah kekejamannya, Israel seakan-akan mengulurkan tangannya untuk Negara yang membutuhkan bantuannya.
Tidak ada yang dapat saya ucapkan lagi, kecuali hanya selalu berharap dan berdoa agar peperangan itu berhenti dan tidak ada nyawa yang melayang sia-sia dan kehilangan sanak keluarga meraka. Semoga kita selalu hidup dalam kedamaian dan senantiasa berada dalam perlindungan-Nya . Amiiin ^^-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar