KESATUAN
DIBALIK PERPECAHAN
Satu atau
kesatuan, sangat diharapkan dalam kehidupan ini. Baik kesatuan dalam hal kecil,
seperti kesatuan anggota keluarga, sesama masyarakat setempat dan kesatuan
dalam hal besar, seperti kesatuan antar warga Negara maupun antar Negara lain.
Tetapi kita
tahu, saat ini kesatuan itu tidak tampak pada beberapa Negara tetangga,
seharusnya kedamaian tercipta saat ini, tetapi justru ada beberapa Negara yang
saling memerangi, saling menumpahkan darah tanpa sadar apa atau siapa penyebab
dan siapa yang menjadi korban atas peperangan tersebut. Contoh yang dapat kita
ambil yaitu :
1.
Peperangan antar korea utara dan korea selatan, peperangan ini
disebabkan hubungan kerja sama korea selatan dengan amerika serikat, dan
membuat korea utara merasa dikhianati,sehingga menyebabkan perpecahan antar
kedua Negara tersebut.
2.
Peperangan Israel dan Palestina, peperangan ini sudah berlangsung
lama. Israel yang tanpa henti dan ampun menyerang Palestina, hingga banyak menumpahkan darah orang-orang yang tak
bersalah. Tanpa berfikir akan banyak anak-anak yang kehilangan ayah dan ibu,
juga sanak keluarga yang mereka cintai. Keadaan ini sangat menggetarkan hati
semua penduduk dunia, terutama kita umat muslim L .
Tetapi
dibalik peperangan seperti itu, masih ada kesatuan didalamnya, Negara-negara
muslim berbondong-bondong mengirimkan pasukan bantuan untuk palestina, baik
bantuan dalam bentuk mengirimkan kebutuhan hidup sehari-hari, tenaga medis,
dll. Indonesia-pun turut membantu membangun rumah sakit darurat di Palestina, dan juga kami disini yang tidak bisa berbuat
langsung untuk mereka hanya bisa mendoakan dan memohon agar Allah swt selalu
senantiasa melindungi mereka, Amiin x’).
Masih
ingatkah kalian pada tanggal Jum’at (8/11) lalu, Topan Haiyan menjadi bencana
alam paling buruk melanda wilayah selatan perairan kepulauan Filipina. Haiyan
yang berkecepatan 315 kilometer per jam itu menghancurkan enam pulau di timur
dan tengah negara itu. Salah satu pulau paling parah adalah Pulau Leyte dan
jumlah korban tewas 10.000 jiwa. Innalillahi wainnailliahi roji’un :’( .
Disinilah kesatuan itu juga muncul, bantuan dari segala penjuru dunia berdatangan. Baik bantuan berupa kebutuhan hidup sehari-hari, missal sandang-pangan, bantuan medis. Dan ini yang membuat aku takjub dan terheran, Israel yang juga memerangi Palestina mengirimkan beberapa pasukan medis juga tentara untuk membantu mengevakuasi korban jiwa juga ingin membangun rumah sakit darurat di Filiphina. Sungguh Allah Maha membolak-balikkan hati, ditengah kekejamannya, Israel seakan-akan mengulurkan tangannya untuk Negara yang membutuhkan bantuannya.
Tidak
ada yang dapat saya ucapkan lagi, kecuali hanya selalu berharap dan berdoa agar
peperangan itu berhenti dan tidak ada nyawa yang melayang sia-sia dan
kehilangan sanak keluarga meraka. Semoga kita selalu hidup dalam kedamaian dan
senantiasa berada dalam perlindungan-Nya . Amiiin ^^-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar